Lumpur Ekspres

Lumpur Ekspres

Bukan hari yang baik untuk naik Kereta Api Malang Ekspres

Jumat, 30 Juni, saya pergi ke Malang dengan menumpang kereta api (KA) kelas eksekutif dan bisnis baru bernama Malang Ekspres. KA ini — juga disebut "Lumpur Ekspres" karena melewati area semburan lumpur panas di Porong, Sidoarjo — melayani rute Surabaya-Malang.

Hari itu tampaknya bukan hari yang baik. Diawali dengan KA yang tiba terlambat sekitar 10 menit di Stasiun Surabaya Gubeng. KA seharusnya berangkat pukul 10:20. Rangkaian terdiri dari lokomotif CC20315, 4 kereta K2 (kelas bisnis), 1 kereta makan dan pembangkit (KMP2), dan 1 kereta K1 (kelas eksekutif).

KA berangkat 5 menit kemudian. Dalam perjalanan menuju Stasiun Wonokromo, ada dua penumpang mengeluhkan tiket mereka yang "cacat". Di tiket tertera jelas mereka menempati kursi 17D dan 17x (saya lupa tepatnya), tetapi kursi-kursi di kereta penumpang bernomor 1A-D hingga 16A-D. Karena ada beberapa kursi tanpa penumpang, akhirnya mereka diizinkan untuk bebas memilih kursi tanpa penumpang.

KA tiba di Stasiun Wonokromo pukul 10:42 dan berangkat menuju Stasiun Sidoarjo 2 menit kemudian.

Saya sedang berada di bordes kereta penumpang ketika merasakan KA mengerem nendadak. Saya pikir KA tertahan di sinyal masuk Stasiun Sidoarjo. KA berhenti setelah melewati sebuah pelintasan di Pagerwojo. Seorang penumpang mengatakan KA "menabrak" sesuatu. Kenyataannya KA tertemper sebuah truk di pelintasan tersebut. Satu orang meninggal.

Beberapa menit kemudian kondektur memberikan semboyan 41. Namun, KA tidak bergerak. Sepertinya ada masalah di lokomotif. Kru KA mencoba untuk mengatasi masalah tersebut, tapi KA tetap bergeming. Informasi yang beredar menyebutkan sistem rem udara rusak akibat pengereman mendadak

Tak lama kemudian terdengar suara suling lokomotif dari arah belakang KA. Lokomotif BB30108 yang berdinas KA Penataran (kelas ekonomi) meluncur perlahan di belakang Malang Ekspres. Sepertinya Penataran hendak dirangkaikan dengan Malang Ekspres.

Saya pikir lokomotif BB301 tersebut tidak akan mampu mendorong seluruh rangkaian Malang Ekspres sekaligus menarik 5 kereta penumpang Penataran. Akan tetapi kenyataannya, rangkaian langka CC20315+ 4 K2 + 1 KMP2 + 1K1 + BB30108 + 5 K3 tersebut berjalan perlahan dan masuk. jalur 1 Stasiun Sidoarjo pukul 11:54.

Rangkaian KA Penataran memisahkan diri dari rangkaian Malang Ekspres, langsir ke jalur 3, dan beberapa menit kemudian melanjutkan perjalanan menuju Malang.

Sementara itu KA Malang Ekspres tetap di jalur 1. Berikut beberapa foto kondisi lokomotif CC20315:

Karena kerusakan sistem rem CC20315 tak dapat diperbaiki, lokomotif CC20301 dikirim dari Bangil, Pasuruan.

Lokomotif tersebut tiba di Stasiun Sidoarjo pukul 12:35 dan langsung dirangkaikan dengan CC20315 yang sudah dilepas dari rangkaian Malang Ekspres. CC20301 memindahkan CC20315 ke jalur 2 lalu kembali ke jalur 1 untuk dirangkaikan dengan Malang Ekspres.

Pukul 12.50 Malang Ekspres berangkat dari Stasiun Sidoarjo.

Setehah melintas langsung Stasiun Tanggulangin dan sesaat sebelum memasuki Stasiun Prorong, penumpang disuguhi bau belerang dan pemandangan buldozer membangun dam penahan semburan lumpur panas agar tidak mencapai rel KA dan Jalan Raya Porong.

KA Malang Ekspres berhenti di Stasiun Porong untuk bersilang dengan sebuah KA kelas ekonomi dari Stasiun Bangil.

Malang Ekspres melanjutkan perjalanan dengan berhenti di Stasiun Bangil, Stasiun Lawang, dan akhirnya tiba di Stasiun Malang pukul 14:45, terlambat lebih dari 2 jam.

Like what you see?

I'm open to freelance projects and full-time roles. If you need someone who obsesses over structure and ships clean code — let's talk.

Get in Touch

Related Stories

Built with 🤔 by Yosef Yudha Wijaya